Biaya renovasi rumah

Banyak diantara kita yang sudah lama merencanakan untuk merenovasi rumah,akan tetapi masih mencari informasi mengenai desain,pemilihan material,serta siap yang akan mengerjakannya,Berikut kami berikan contoh renovasi:

  • perbaikan plafon gypsum
  • ganti keramik lantai/dinding
  • pengecatan dinding/plafon
  • perbaikan kebocoran genteng/dak atap beton
  • ganti kontruksi atap baja ringan

Apabila kita merencanakan renovasi rumah,hal yang perlu kita persiapkan untuk anggaran renovasi adalah

  1. biaya bongkar-pasang./Biaya tenaga untuk membongkar, pasang kembali serta biaya biaya untuk membuang puing atau sampah.
  2. Biaya desain fee./Adalah biaya untuk jasa perencana/arsitek dalam rangka pembuatan gambar denah perubahan maupun gambar kerja termasuk pembuatan RAB(Rencana Anggaran Biaya)
  3. biaya konstruksi:/biaya konstruksi terdiri dari biaya upah pekerja tukang dan biaya beli bahan material, serta biaya sewa penggunaan alat-alat pendukung konstruksi.
  4. jasa kontraktor/biaya pengawasan pelaksanaan pembangunan./Yaitu biaya untuk jasa pengawasan dalam pelaksaan pekerjaan kontroksi.

Secara umum kita ketahui untuk menghitung pekerjaan dengan:

  • menghitung luasan bidang pekerjaan dikalikan upah+jasa,semisal kita mau mengecat dinding 200m2 dengan biaya upah+bahan 40rb/m2,maka biaya yang dikeluarkan 200×40 =Rp 8.000.000
  • menghitung per meter persegi,apabila kita akan menambah renovasi rumah 2 lantai dari 1 lantai menjadi 2 lantai seluas 80m2,dan biaya upah+bahan 4jt/m2,maka biayanya 80m2 x 4jt = Rp 320.000.000

NB:biaya renovasi rumah aktual akan di dapat setelah dihitung secara detail dalam bentuk RAB,biasanya lebih mahal di bandingkan dengan biaya bangun rumah,ini di karenakan dalam renovasi ada biaya bongkar,dan terkait dengan bagian yang tidak di renovasi.

Incoming search terms:

Tags: , ,

Related Posts

Menu